Friday, December 30, 2005

Muhasabah (Renungan Akhir Tahun)___


Rekanz___
Coba sejenak qt sama” meluangkan waktu dan merenungkan sejenak saja apa yang telah qt lakukan dalam setahun terakhir ini___??

Yakinkah qt bahwa timbangan kebaikan yang qt lakukan dan akan qt bawa menghadap Pencipta qt di kemudian hari pada tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya___??


Bagaimana Jika___

Bagaimana jika 4JJI___
Tidak memberkati kita tahun ini, karena qt jarang atau bahkan tidak pernah bersyukur sepanjang tahun ini___

Bagaimana jika 4JJI___
Berhenti memberi petunjuk esok, karena qt membangkang disepanjang tahun ini___

Bagaimana jika 4JJI___
Tidak memberikan qt kesempatan melihat bunga indah bermekaran lagi, karena qt senantiasa menggerutu saat 4JJI menurunkan hujan___

Bagaimana jika 4JJI___
Menarik Al-Quran, karena qt malas membaca dan memperhatikan kitab-NYA___

Bagaimana jika 4JJI___
Menghapus semua firman-NYA, karena qt gagal meneladani Rasul-NYA___

Bagaimana jika 4JJI___
Menutup rapat pintu ampunan-NYA, karena qt tidak membuka pintu hati qt___

Bagaimana jika 4JJI___
Berhenti mencintai qt, karena qt berhenti mencintai sesama manusia___


Astagfirullahal‘adzim____
Yaa Robbi, ampunilah hamba-MU ini____

Demi Zat Pemilik Jiwa dan Pemilik hidup dan kehidupan juga apa” yang ada di langit dan yang ada di bumi___


Sejujurnya betapa beruntungnya qt____
Jangan pernah menyangka bahwa 4JJI lemah menolong hamba-NYA. Sesungguhnya 4JJI lebih mengenal diri qt, bahkan dibanding qt mengenal diri sendiri___!!!
Dan 4JJI akan memberikan apa” yang menjadi kebutuhan qt, bukan apa” yang qt inginkan___!!!



Rekanz___
Rencanakanlah hal yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan dan orang lain, patut qt ingat bahwasannya semakin bertambahnya waktu maka sejujurnya semakin dekatnya qt pada kematian, sudahkah qt siapkan bekal qt di saat tidak ada yang bisa membantu qt selain amal perbuatan baik yang tidak pernah riya’, ujub, sum’ah dan takabur terbawa bersamanya yang pernah qt perbuat___


‘Semoga tahun depan tahun depan lebih baik lagi daripada tahun ini, dan semoga qt tidak termasuk dalam golongan yang merugi karena esok sama saja atau bahkan lebih buruk daripada saat ini’

Refleksi Akhir Tahun (Sektor Pendidikan –bagian 2): ‘Membangun Pendidikan untuk Semua’

Begitu kusutnya gulungan benang pendidikan ini menjadikan tulisan membangun pendidikan untuk semua dalam sebuah refleksi akhir tahun hingga harus dijadikan empat bagian, pada bagian kedua ini saya coba akan memberikan sedikit penggambaran mengenai janji pemerintah akan dampak pengalihan subsidi BBM pada sektor pendidikan khususnya dalam bentuk peningkatan kualitas mutu pendidikan.

Dampak besarnya selisih harga jual BBM dalam negeri dengan manca negara yang mencapai dua kali lipat, menjadikan alasan kuat pemerintah untuk terus berupaya mencabut subsidi BBM dan secara otomatis menaikkan harga BBM itu sendiri. Pencabutan subsidi ini ternyata bukanlah sebuah perkara mudah bagi rakyat Indonesia yang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan data survey BPS terakhir —dalam rangka pemberian SLT tahap ke dua— telah mencapai angka 24,6 juta kepala keluarga. Akibat pencabutan subsidi ini masyarakat sangat dihadapkan pada pilihan yang cukup sulit. Akibat yang sangat kentara jangankan untuk menyekolahkan anaknya, untuk keperluan makan sehari-haripun dengan sedikit gizi sudah cukup susah.

Guna mengatasi dampak kenaikkan BBM khususnya pada sektor pendidikan ini, pemerintahan SBY yang sudah kadung berjanji akan memenuhi kebutuhan rakyat akan pendidikan dengan menggratiskan biaya pendidikan akhirnya mencanangkan program beasiswa Bantuan Khusus Murid (BKM) guna meringankan beban rakyat miskin untuk dapat mengenyam pendidikan.

Berbagai peryataan pemerintah di berbagai media disebutkan bahwa dengan pengalihan subsidi BBM untuk pendidikan akan mampu menggratiskan biaya untuk pendidikan dasar sehingga efek dari kenaikan BBM tidak akan dirasakan oleh masyarakat. Pernyataan ini sebenarnya sangat timpang dengan data-data yang ada, sehingga tanpa didukung data akurat apa yang diutarakan pemerintah dapat dikatakan cuma omong kosong dan cenderung menyesatkan karena mencekoki rakyat dengan informasi yang belum pasti kebenarannya. Sebagaimana diketahui bahwa penetapan bea siswa Bantuan Khusus Murid (BKM), dari hasil pengalihan subsidi BBM, menggunakan dasar hasil Laporan Survey Sosial Ekonomi Nasional tahun 2003 (Susenas 2003). Ini menjadi Indikasi kuat bahwa Isu pendidikan gratis ditawarkan untuk meredam gejolak sehubungan akan dinaikkannya harga BBM.

Asumsi biaya pendidikan perbulan peranak usia sekolah yang didasarkan kepada Susenas 2003 yang menjadi dasar pemerintah menetapkan BKM, yakni: menurut Susenas 2003 untuk jenjang SD asumsi biaya pendidikan perbulan mencapai Rp.26.526,- jenjang SMP asumsi biaya pendidikan perbulan Rp.66.027,- pada jenjang SMA asumsi biaya pendidikan perbulan sebesar Rp. 116.266,-. Sedangkan alokasi anggaran yang direncanakan pemerintah untuk BKM ini pada jenjang SD perbulan Rp. 25.000,- pada jenjang SMP sebesar Rp. 65.000,- pada jenjang SMA Rp.120.000,-. Hal tersebut jika ditinjau lebih jauh sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada, karena rasio yang dipakai menggunakan data Susenas 2003 untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM 2005 memiliki dasar yang sangat lemah karena jarak antara tahun 2003 hingga tahun 2005 telah terjadi fluktuasi harga-harga serta tingginya faktor inflasi sebagai contoh antara Oktober 2004 hingga Oktober 2005 angka inflasi mencapai 17,79 %. Apalagi setelah terjadi beberapa kali kenaikkan harga BBM yang jelas-jelas menjadi faktor penentu tingginya tingkat harga, mengakibatkan perhitungan untuk pembiayaan pendidikan juga meningkat.

Dari hasil kajian yang dilakukan oleh tim SekolahVirtual angka-angka asumsi pembiayaan pendidikan setelah kenaikkan BBM pada bulan Oktober 2005 ternyata sangat jauh dari rasio yang ditetapkan pemerintah menurut Susenas 2003. Bahwa untuk pembiayaan pendidikan tingkatan Sekolah Dasar setiap siswa dalam sebulannya minimal membutuhkan Rp. 82.433,- pada tingkatan SMP pembiayaan pendidikan minimal Rp. 110.024,- sedang pada tingkatan SMA pembiayaan pendidikan minimal perbulannya mencapai Rp. 202.680,-. Saya tampilkan juga penilaian yang dilakukan oleh sebuah LSM pendidikan di Sumatera Utara SAHdaR yang memberikan asumsi biaya pendidikan sebelum kenaikan pada tingkat SD perbulan persiswa mencapai Rp. 63.166,- sedang sesudah kenaikan BBM pembiayaan mencapai antara Rp. 79.766,- hingga Rp. 92.866,- pada tingkat SLTP sebelum kenaikan setiap siswa membutuhkan biaya perbulannya Rp. 92.383,- sedang setelah kenaikan diasumsikan antara Rp.119.693 hingga Rp.136.223,- pada tingkat SMA sebelum kenaikan setiap siswa diperkirakan membutuhkan Rp. 130.800,- perbulannya sedang setelah kenaikan antara Rp.185.460,- hingga Rp.207.123,- yang dibutuhkan dalam pembiayaan pendidikan perbulan persiswa.

Walaupun terlihat selisih yang cukup besar dalam asumsi pembiayaan dan apa yang dirasiokan oleh pemerintah tampaknya belum mencukupi, tapi upaya pemerintah dalam pemerataan pendidikan tersebut melalui program yang pada tingkatan SD dan SMP disebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pada tingkatan SMA disebut Bantuan Khusus Murid (BKM) patut didukung. Namun ternyata setelah melihat adanya iklan layanan masyarakat tentang BKM dan BOS di beberapa stasiun televisi ada pertanyaan yang sangat mendasar, mengapa pemerintah sedemikian tega mengurangi lagi dana tersebut dari asumsi pembiayaan yang telah ditetapkan pemerintah itu sendiri berdasar Susenas 2003. Realisasi yang jumlahnya berkurang tersebut adalah pada tingkatan SD BOS yang diterima persiswa Rp. 19.500,- perbulan hanya 78 persennya saja dari yang dijanjikan, pada tingkat SMP persiswa perbulannya hanya memperoleh 41,54 persen dari yang dijanjikan pemerintah yakni hanya menerima Rp. 27.000,- sedang pada tingkat SMA setiap siswa perbulannya hanya memperoleh dana BKM sebesar Rp.65.000,- atau 54,17 persennya saja dari janji pemerintah.

Satu catatan lagi yang membuat cidera janji yang dilakukan pemerintah SBY dalam peningkatan mutu pendidikan, yakni kalau kita bersama mencermati kenaikan BBM telah dilakukan sejak bulan Maret lalu namun subsidi untuk pendidikan baru akan diberikan terhitung pada bulan Juni 2005, dan ternyata rencana tersebut akhirnya meleset lagi karena baru pada bulan Oktober 2005 atau setelah kenaikan BBM hingga lebih dari 100 persen terjadi baru dana subsidi BBM yang dialihkan untuk pendidikan dapat cair. Jika ditelaah lebih dalam berapa beban biaya pendidikan yang harus ditanggung publik karena kelalaian dan kebohongan pemerintah sejak bulan Maret 2005 hingga Oktober 2005 terlebih ternyata janji besarnya bantuan tersebut hanya ‘omdo’ —omong doang— tidak sesuai dengan besar yang dijanjikan semula.

Setelah kebijakan tersebut akhirnya dapat terealisasi walau masih bisa dikatakan cacat janji, masih banyak lagi permasalahan dana ini bergulir, dalam pelaksanaannya kompensasi ini bukan berjalan mulus, seperti yang telah diramalkan banyak pihak, kompensasi ini kaya dengan masalah disana-sini, terutama jika kita sama-sama mencermati birokrasi yang bermain masih dengan tipikal lama yang bisa menyulap apa saja, sebagai catatan dari data yang bisa saya dapatkan bahwa dana hasil subsidi tersebut, ternyata penggunaannya masih belum dapat menyentuh targetan utama. Hal-hal berikut merupakan bentuk-bentuk penyelewengan yang datanya dikumpulkan dari berbagai sumber dan insya 4JJI valid.

Bentuk penyimpangan penggunaan dana BOS dan BKM,

1. Buku ajar pokok yang menurut permen nomor 11 tahun 2005 tidak ada paksaan kepada siswa, tetapi kenyataannya masih saja ada sekolah yang memberikan beban kepada siswa untuk wajib memiliki buku.

2. Rancangan Anggaran Belanja Sekolah hanya eksklusif milik dewan sekolah tidak disosialisasikan kepada orang tua.

3. Rehabilitasi ruang dan lingkungan fisik sekolah di bebankan kepada dana BOS

4. Masih ada sekolah yang tidak menggratiskan biaya pendidikannya, siswa masih diminta membayar sumbangan pendidikan,

5. Dinas pendidikan di beberapa daerah diketahui tidak mempublikasikan siapa saja sekolah penerima.

6. Pungutan untuk pelatihan komputer

7. Pewajiban mengikuti kursus Bahasa asing

8. Masih ada sekolah yang membebankan biaya ujian

9. pembebanan siswa membeli buku tulis berlogo sekolah

10. Dana BOS dipergunakan hanya untuk pembelian alat tulis siswa

11. Masih adanya sekolah yang menerapkan pungutan liar diluar sumbangan pendidikan

12. Harga pembelanjaan sekolah tidak sesuai dengan harga pasar —mark up— yang berlebihan.

Selain penyelewengan tersebut di atas data yang dikeluarkan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) ada pungutan yang berjumlah hingga 39 buah. Bukankah hal ini dapat dikatakan sebagai kejahatan intelektual dan terstruktur, kapan buadaya selip sini selip sana dan kapan mental birokrat lemper —lemah pertangunggungjawaban— hilang dari unsure birokrasi di negeri ini. Masih ada bagian ketiga dalam refleksi akhir tahun sektor pendidikan dalam upaya membangun pendidikan untuk semua.

—bersambung

~~SEMOGA INDONESIA LEBIH BAIK!~~

Refleksi Akhir Tahun (Sektor Pendidikan –bagian 1): ‘Membangun Pendidikan untuk Semua’

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari empat bagian mengenai apresiasi terhadap pendidikan nasional di sepanjang Tahun 2005. Hampir-hampir tidak ada prestasi istimewa yang dapat dilakukan oleh Negara terhadap rakyatnya, banyak permasalah pendidikan yang terjadi melingkupi Standar Pendidikan Nasional Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit masukkan untuk perbaikkan pendidikan

Hal yang mungkin sangat klasik setelah pergantian pemerintahan khususnya pergantian pucuk pimpinan di lingkungan kementrian yang menangani bidang pendidikan yakni pergantian buku atau bahan ajar bagi setiap peserta didik, bahkan ada semacam pameo Ganti menteri ganti buku. Permasalahan buku di tahun 2005 ini tetap sama dengan tahun sebelumnya, yakni sangat membebani orang tua murid. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak jarang murid jadi putus sekolah bahkan ada beberapa anak yang akhirnya memutuskan bunuh diri akibat buku
yang tidak mampu dibayar. Namun tahun ini ada kebijakan yang menarik yakni buku pelajaan dapat digunakan untuk lima tahun.

Masalah buku bermula dari banyaknya jumlah penerbit yang tersebar di seluruh Indonesia yang setiap tahun harus memutar mesin cetak untuk mencari untung, sehingga mau tidak mau produk buku harus bisa dipasarkan. Depdiknas hingga sekolah setiap tahun kedatangan tamu tak di undang dari perusahaan-perusahaan penerbitan buku yang datang membawa dagangannya, persainganpun tidak dapat dielakkan, dari harga pasar, diskon yang
diberikan, cara pembayaran sampai komisi yang diperoleh. Akibatnya, institusi pendidikan menjadi layaknya pasar bebas bagi perdagangan buku di Indonesia. Sebagaimana layaknya pasar tidak ada nilai moral dan etika yang dipegang, tetapi target keuntungan yang dikejar dengan berbagai cara, baik cara halal maupun haram.

Dampaknya seperti yang dijelaskan di atas, korbanpun berjatuhan, bukan penerbit yang gulung
tikar tetapi murid menjadi korban kekerasan di sekolah dan citra guru tercoreng, guru dicap bukan lagi sebagai pendidik tetapi telah menjalankan profesi pedagang buku.

Dugaan penyimpangan dalam perdagangan buku Buku diperjual belikan setiap tahun dan setiap
tahun materi buku berubah tampilan sedang isi tetap hampir sama. Sekolah kerap mengganti-ganti penerbit setiap tahunnya agar buku tetap dapat dijual kepada murid Harga buku tidak turun, walaupun penerbit telah memotong mata rantai distribusi langsung ke sekolah, tetapi harga buku cendrung meningkat, diskon yang seharusnya menjadi hak toko buku
berganti menjadi hak Dinas, Kepala Sekolah dan Guru. Buku dari salah satu penerbit yang masuk ke sekolah terkesan dipesan oleh oknum tertentu dari pejabat pemkot/pemkab atau dinas pendidikan, terutama sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah, kalau ditolak kepala sekolah, maka ancamannya mutasi


Kemudian setelah bertahun-tahun gonjang-ganjing masalah buku ini, keluar pernyataan pemerintah melalui Menko Kesra saat itu dijabat Alwi Sihab, Pemerintahan SBY-JK memulai langkah berani dengan menetapkan program 100 hari yang sangat mengejutkan semua orang tua murid di seantero negeri ini dengan memberlakukan buku dipakai untuk jangka waktu lima tahun. Ada beberapa orang tua seperti tidak percaya dengan kebijakan ini, apa memang benar? Ada yang mengatakan semoga kebijakan pemerintah tentang masa pakai buku pelajaran ini
benar-benar terlaksana.

Setelah ditunggu dari Januari hingga Juni tahun 2005, akhirnya regulasi perbukuan terbit juga
sebagai implementasi pernyataan buku 5 (lima) tahun. Niatnya mulai dari membuat Kepres, perpres hingga jadinya peraturan menteri (permen). Namun banyak sekolah hampir seluruhnya senada mengatakan bahwa kebijakan perbukuan ini sangat terlambat, sebab sekolah terlanjur menerima buku dari penerbit dan telah pula dibagikan ke murid, tentu saja ini menjadi tamparan buat pemerintahan SBY-JK yang tidak konsisten terhadap ucapannya, sehingga
tetap terjadi praktek jual beli buku di sekolah dan orang tua tetap terbebani dengan biaya buku.
Terlambatnya permen 11 tahun 2005 disinyalir telah terjadi main mata antara penerbit dengan
Depdiknas, terkesan permen itu dilahirkan kelebihan bulan, disaat tahun ajaran baru telah
dimulai baru peraturan perbukuan disosialisasikan.

Terjadi kesimpang siuran tentang apakah kebijakan buku lima tahun dimulai pada tahun 2004 atau dimulai tahun 2005, kemudian tentang sekolah boleh atau tidak boleh jual buku, penerbit boleh tidak boleh datang ke sekolah dan menjadi pertanyaan apakah murid boleh membeli buku sendiri serta apakah siswa miskin mendapat topangan buku dari sekolah.

Akibatnya dapat disaksikan di Medan murid diusir dari sekolah, murid ditampar oleh guru karena tidak membayar cicilan bahkan ada murid yang dipukul pakai jangka berujung besi sampai mengeluarkan darah oleh guru di Deli Serdang hingga terpaksa dirawat di rumah sakit. Kekerasan baik secara phisik dan psikis kerap terjadi sebagai akibat buku yang harus dibeli. Herannya, ini terjadi setelah pernyataan Menko Kesra Alwi Sihab.

Permendiknas Nomor 11 Tahun 2005
Pasal 8
  1. Guru dapat menganjurkan kepada peserta didik yang mampu untuk memiliki buku teks pelajaran.
  2. Anjuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat tidak memaksa atau tidak mewajibkan.
  3. Untuk memiliki buku teks pelajaran, peserta didik atau orangtua/walinya membelinya di pasar.
  4. Untuk membantu peserta didik yang tidak mampu memiliki akses ke buku teks pelajaran, satuan pendidikan wajib menyediakan paling sedikit 10 (sepuluh) eksemplar buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada setiap kelas, untuk dijadikan koleksi perpustakaan.

Pasal 9
Guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, atau Komite Sekolah tidak dibenarkan melakukan penjualan buku kepada peserta didik.

Pasal 12
  1. Guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, atau komite sekolah yang terbukti memaksa dan/atau melakukan penjualan buku kepada peserta didik dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

--Bersambung


~~SEMOGA INDONESIA LEBIH BAIK!~~


Refleksi Akhir Tahun (Sektor Ekonomi): ‘Pemerintah bukan memakmurkan tetapi memiskinkan rakyat’

Keluh kesah sebagai rakyat dan saya yakin ini juga pasti dirasakan oleh mayoritas rakyat Indonesia. Awal tahun tidak lama lagi akan menjelang, berikut saya akan coba mereview sepanjang tahun 2005 atau setahun lebih sedikit pemerintahan berkuasa di negeri ini, kita melihat banyak sekali hal-hal yang tidak menguntungkan rakyat sama sekali.

Yang paling ‘hebat’ adalah kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setahun hingga dua kali, dan yang paling menghebohkan pada menjelang ibadah ramadhan yang disusul dengan idul fitri masyarakat yang membutuhkan harga-harga murah, di suguhkan oleh pemerintah oleh kenaikan harga BBM.

Proses menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang sangat kontra produktif terutama bagi rakyat berkaitan dengan ekonomi bangsa, dengan tujuan menjaga kestabilan ekonomi makro —agar devisa negara memiliki cadangan yang cukup— tapi pada kenyataannya pemerintah tidak melihat yang lebih mikro, yakni meningkatkan jumlah kemiskinan di masyarakat menilik kepada data yang saya dapat dari Econit bahwa tingkat kemiskinan diprediksikan meningkat hingga mencapai 18,5 persen jauh diatas tingkat kemiskinan pada tahun 2004 yakni 16,6 persen dan juga pada tahun 2003 yang mencapai 16 persen

Selain permasalahan tingkat kemiskinan di atas pengangguran yang oleh pemerintah tidak lebih dari 9,5 persen tetapi menurut data BPS pada tahun 2005 ini pengangguran di Indonesia telah mencapai angka 10,8 persen, jika dilihat ada indikasi yang terus meningkat sejak 2003 mencapai angka 9,85 dan pada tahun 2004 mencapai 10 persen. Hal ini diperparah oleh target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah ternyata sebesar 6,2 persen tidak dapat tercapai karena ternyata tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia tidak beranjak dari angka 5,3 persen.

Yakinkah apa yang dilakukan pemerintah sudah menjadi yang terbaik bagi rakyatnya? Sebagai rakyat seharusnya kita bisa meyakini itu, tetapi jika melihat kepada kenyataan yang ada banyak pernyataan mendasar, yang mesti dijawab oleh pemerintah. Salah satunya adalah sudahkah pemerintah memiliki konsep yang jelas mengenai penghapusan subsidi terhapa BBM agar tidak sampai menyentuh mikro ekonomi rakyat? Tidak yakin itu di jawab pemerintah dengan lantang YA. Penghapusan subsidi harga BBM dengan alasan subsidi akan lebih bermanfaat jika dialihkan pada masyarakat kalangan bawah yang lebih membutuhkan, melalui dana kompensasi BBM —bagi masyarakat kelas bawah dengan menggratiskan biaya rumah sakit (khusus kelas tiga) hingga menggratiskan biaya sekolah (khusus yang terakhir ini saya rasa belum di rasakan bahwa pencapaian penggratisan biaya sekolah mencakup seluruh kalangan masyarakat, dapat dilihat pada artikel saya sebelumnya –Anjuran pemerintah (sebaiknya) orang miskin jangan sekolah– ternyata dari dana kompensasi ini hanya SPP saja yang di gratiskan masih banyak pungutan lainnya di sekolah)—

Selain itu langkah pemerintah untuk ‘berbaik hati’ dengan memberikan Sumbangan Langsung Tunai (SLT), sebesar Rp.100.000,- perbulan yang di rappel per tiga bulan sebagai bentuk turunan dari kompensasi yang langsung kepada yang berhak mendapatkan subsidi dari BBM telah menjadikan rakyat miskin akan tetap miskin bahkan semakin miskin. Karena bukan kail yang diberikan pemerintah melainkan umpan yang jelas-jelas akan meninabobokan rakyat miskin dan patut di catat pemberian SLT tidak akan membuat rakyat miskin langsung menjadi kaya ataupun bahkan tidak mungkin menjadikan rakyat miskin hingga dalam batas sejahtera selama pemerintah tidak bisa mendayagunakan kapasitas produktifnya, terutama selama rakyat-rayat masuk dalam kategori yang dimiskinkan itu tidak bekerja. Bukankah dengan pemberian SLT secara langsung dapat menjadikan rakyat menjadi lebih konsumtif dalam pola hidupnya.

Pergantian menteri-menteri pada jajaran perekonomian yang diharapkan dapat membawa Indonesia keluar dari zona hitam perekonomian, sebenarnya menambah permasalahan baru (maaf bukan untuk berprasangka buruk tapi melihat kenyataan yang ada dari pertanyaan-pertanyaan rakyat terhadap perilaku pemimpinnya) yang bahkan dapat dikatakan menguntungkan para pejabat itu sendiri di bandingkan rakyat.

Oke kita lihat kenyataan berikut,
Tidak lama berselang setelah Budiono kembali ke jajaran kabinet, langsung memutuskan penghapusan tarif impor mobil (hal ini jelas-jelas) telah menghancurkan industri mobil (khususnya karoseri) nasional yang masih terpuruk sejak krisi ekonomi pada 1997. Fakta kedua meliberalisasikan ekspor rotan (hal ini justru) menimbulkan kerugian bagi industri rotan tanah air. Dan yang paling besar merugikan rakyat adalah pembebasan impor beras (yang justru keluar dari mulut RI-2 Wapres Kalla), hal ini benar-benar telah meruntuhkan moral petani yang tidak dapat menikmati hasil kerja kerasnya karena setelah beras-beras impor tersebut masuk ke pasaran harga akan jatuh. Selain itu kembali kutipan yang saya dapat dari Econit bahwa saat ini Indonesia hanya memiliki cadangan devisa tidak lebih dari 33 miliar dolar Amerika setelah keputusan mempertahankan nilai tukar rupiah dengan ‘mengorbankan’ kurang lebih 7 miliar dolar Amerika dalam tempo hanya tujuh bulan.

Mungkin memang sudah nasib rakyat Indonesia
seperti kata-kata Helfferich ‘Eine Nation von Kuli und Kuli unter den
Nationen’
kita menjadi bangsa kuli bahkan diperdaya oleh saudara sebangsa
yang memiliki kekuasaan. —sedih memang, tetapi apa mau di kata selagi pemerintah
belum memiliki kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan lebih banyak
menguntungkan golongannya semata—


Semoga di tahun 2006 —dengan bahasa yang lugas dan lantang— pemerintah menyadari bahwa selama ini pencapaian kebijakan pemerintah dalam sektor perekonomian hanya selalu mengutamakan indikator-indikator makro ekonomi saja yang sebenarnya hanya pada tingkatan target `antara` saja, yakni pertumbuhan ekonomi, tapi tidak menargetkan penurunan jumlah penduduk miskin dan angka pengangguran. Kebijakan-kebijakan pemerintah seyogyanya tetap melihat pada penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran rakyat Indonesia. Untuk kebijakan pada sektor industri sudah selayaknya pemerintah memberikan kebijakan investasi yang searah dan mendukung sektor industri nasional, selama perdagangan bebas belum berlaku lindungilah industri nasional dari kehancurannya.

Sebagai bagian akhir saya ingin merefleksikan pernyataan Amartya Sen yang menyatakan pembangunan merupakan upaya perluasan kemampuan rakyat (expansion of people capability) dan pembangunan itu sendiri merupakan sebuah pembebasan (development as freedom), hal ini juga dikuatkan oleh seorang pemikir India lainnya Chakra Varty yang menegaskan pembangunan merupakan perluasan kreatifitas rakyat (expansion of people’s creativity).

~~Semoga Indonesia Lebih Baik!~~

Refleksi Akhir Tahun (Sektor Kesejahteraan Rakyat): ‘Saatnya Pemerintah Mengurusi Rakyat’

Tahun 2005, ujian yang cukup berat silih berganti menimpa rakyat Indonesia, seakan tiada hentinya negeri yang katanya subur makmur, gemah ripah lohjinawi ini terus didera dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat.

Duka negeri yang belum pulih akibat akhir tahun sebelumnya atau tepatnya 26 Desember 2004 diguncang bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terbesar dalam 40 tahun terakhir, di tahun 2005 ini juga harus dilalui dengan bencana-bencana lainnya di Palu pada Januari ikut di guncang gempa 6,1 Skala Richter(SR) di susul Garut Selatan di bulan Februari sebesar 5,2 SR serta Nias dan Simeuleu akhirnya untuk kesekian kalinya di bulan Maret di guncang gempa dasyat kembali dan memakan korban, selain bantuan pemerintah yang terkesan lambat masih ada titik persoalan lainnya yakni perlu disusunnya konsep mitigasi bencana yang jelas termasuk early warning system terhadap bencana tsunami yang jelas dan melindungi rakyat dari kesimpangsiuran dan tidak dimanfaatkan oleh yang tidak berkepentingan.

Kesimpangsiuran lainnya terjadi dalam permasalahan kesehatan, Menteri Kesehatan menyatakan masyarakat tidak perlu panik atas adanya ‘indikasi’ Flu Burung (Avian Influenza) yang menjangkiti beberapa wilayah di Indonesia, tak kurang 19 orang meninggal dunia karena positif ataupun yang di duga terkena Flu Burung di mulai sekitar bulan Juli ketika Iwan Siswara bersama dua orang anaknya meninggal Akibat Virus H5N1 ini, namun pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat luas asal virus itu tersebar dan sejauh mana penyebarannya itu bisa terjadi sehingga kekhawatiran masyarakat tidak berlebihan. Selain itu lebih dari 600 orang meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan daerah endemik terbesar adalah ibukota Jakarta, tercatat lebih dari 10.700 kasus dengan 57 kematian. Buruknya kesehatan masyarakat ditandai juga dengan munculnya 65 kasus polio liar di Banten dan Jawa Barat dan lebih dari 150 balita di seluruh Indonesia yang menderita lumpuh layu hingga polio, padahal jelas-jelas WHO menyatakan Indonesia telah terbebas dari polio sejak 10 tahun silam. Di akhir tahun ini Indonesia selain wabah-wabah di atas belum tuntas diselesaikan, mucul lagi kasus Antraks, bakteri ini menghinggapi beberapa penduduk di Makassar pada sekitar bulan November.
“Kapan ya rakyat di beri kepercayaan untuk memperoleh informasi yang layak mengenai lingkungannya yang sehat? Rakyat sepertinya tidak akan banyak menuntut lebih kepada pemerintah asalkan diberi kesempatan untuk tahu kondisi yang sebenarnya”


“Kapan ya rakyat di beri kepercayaan untuk memperoleh informasi yang layak mengenai lingkungannya yang sehat? Rakyat sepertinya tidak akan banyak menuntut lebih kepada pemerintah asalkan diberi kesempatan untuk tahu kondisi yang sebenarnya"

Kesejahteraan Rakyat semakin terpuruk, terlebih semenjak Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dalam satu tahun ini, dinaikkan hingga dua kali yakni dibulan Maret dengan kisaran kenaikkan mencapai 29 persen disemua produk BBM kecuali minyak tanah, dan yang paling menghebohkan adalah ketika untuk kedua kalinya per 1 Oktober atau empat hari sebelum ummat muslim memulai ibadah suci Ramadhan BBM kembali naik dengan kisaran melebihi angka 100 persen, Minyak Tanah yang menjadi bagian penting dalam setiap rumah tangga di Indonesia, tidak tanggung-tanggung naiknya hingga 187 persen dari 700 rupiah menjadi 2000 rupiah, Bensin (Premium) naik hingga 87,5 persen dari 2400 rupiah menjadi 4500 rupiah, solar yang menjadi bahan bakar utama pengangkutan massal juga mengalami penyesuaian yang tinggi sekali mencapai lebih dari 100 persen dari 2100 rupiah menjadi 4300 rupiah. Pemerintah memiliki alasan bahwa kenaikkan harga BBM ini lebih dikarenakan tingginya harga minyak internasional yang mencapai kisaran 60-70 dolar AS per barrel pada sekitar bulan Oktober dari sebelumnya hanya 30 dolar per barrel dengan adanya selisih yang cukup tinggi atas harga minyak manca negara terutama jika impor untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri menyebabkan pemerintah tidak ingin subsidi atas selisih harga yang dianggap terlalu besar tersebut menghambat pembangunan pada sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan dan bahkan gaji PNS. Hal ini cukup membuat shock rakyat mengingat beberapa hari sebelumnya Presiden Yudhoyono menegaskan maksimal kenaikan harga BBM tidak lebih dari 50 persen.

Dampak kenaikkan harga BBM ternyata cukup meluas, tidak hanya di rasakan oleh yang memiliki kendaraan pribadi saja, namun oleh semua rakyat dan menyentuh semua sektor kehidupan seperti harga-harga barang kebutuhan pokok yang melambung dan transportasi yang turut menyesuaikan diri. Di Tegal, Cilacap dan banyak kota pesisir lainnya nelayan-nelayan banyak yang tidak dapat melaut karena kapal-kapalnya tidak memiliki bahan bakar dan nelayan-nelayan sudah tidak sanggup untuk membelinya. Dan yang paling besar dampaknya bagi rakyat mengingat tingginya harga-harga tersebut, rakyat-rakyat yang termarjinalkan oleh kondisi menjadi kurang terpenuhi pangan dan gizinya.

Pemerintah yang mengupayakan kurangnya dampak kenaikan BBM terhadap masyarakat melakukan langkah praktis yang seharusnya dapat berdampak baik dengan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT), namun nampaknya pemerintah tidak mempunyai formula yang tepat dalam penyalurannya, BLT yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp.100.000,- perbulan yang disalurkan setiap tiga bulan, BLT akhirnya terbukti telah membuka permasalahan baru dalam masyarakat, menurut Sensus BPS besarnya angka kemiskinan di Indonesia 15,5 juta kepala keluarga, namun pada survey yang dilakukan BPS guna penyaluran BLT sepertinya setiap penduduk Indonesia banyak yang menyatakan dirinya miskin, hal ini diindikasikan setelah terdapat peningkatan warga miskin yang signifikan menjadi angka 24,6 juta kepala keluarga. Metode penyaluran BLT sendiri menjadi permasalahan sendiri, kriteria dan pra syarat untuk rakyat yang dikatakan miskin sepertinya kabur dan peruntukkannya juga tidak jelas sehingga hal ini menjadikan rakyat semakin konsumtif bahkan tidak sedikit yang akhirnya mempergunakan untuk berjudi, Selain itu tidak jelasnya metode penyaluran menambah konflik sosial dalam masyarakat itu sendiri karenanya pada saat penyaluran BLT tahap pertama, banyak rakyat yang akhirnya menjadi korban, sedikitnya tiga orang lansia tercatat menjadi korban saat pengambilan BLT tersebut, salah satunya Wardiman warga Demak, Jateng yang meninggal di lokasi pengambilan BLT, masih di Jawa Tengah setidaknya enam orang kepala desa di tuntut mundur warganya karena dianggap menyalahgunakan wewenangnya, dan kejadian yang sama banyak ditemui di belahan Indonesia lainnya.

Akibat yang cukup luas banyak terjadi dimana-mana, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur terdapat 6 kecamatan mengalamai kelaparan dan hal ini membuka mata bahwa banyak daerah lainnya yang terkena kelaparan seperti NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan tragedi kemanusiaan yang terbesar di Indonesia terkuak pada awal Desember 2005 di wilayah yang kaya akan sumberdaya alam 55 ribu warga di tujuh distrik pada kabupaten Yahukimo, Papua mengalami kekurangan pangan yang mengakibatkan sedikitnya 55 orang meninggal dunia. Sangat miris ketika Menko Kesra menyatakan bahwa kejadian ini bukanlah kejadian yang luar biasa melainkan hanya permasalahan lokal biasa karena terjadi gagal panen, bukankah sudah menjadi kewajiban pemerintah mengayomi masyarakatnya dengan paling tidak adanya ketersediaan pangan cadangan ketika masyarakat seperti di Yahukimo tersebut bisa terselamatkan dari bencana kelaparan.

Bencana kelaparan ternyata tidak hanya melanda pulau-pulau di luar jawa, kasus kelaparan juga di laporkan terjadi di Indramayu, pada pertengahan Desember ditemukan 30 warga yang kesehariannya hanya makan nasi aking –nasi sisa yang dikeringkan biasanya untuk makanan bebek atau ayam–, kasus busung lapar dan gizi buruk pada balita juga tidak kalah menghebohkannya tidak jauh-jauh dari ibukota negara yakni di salah satu daerah penyangga ibukota, Tangerang kurang lebih 16.000 balita mengalami kekurangan gizi dan 1.120 balita lainnya mengalami gizi buruk, janji pemerintah daerah akan memberikan makanan tambahan dan susu ternyata tidak kunjung diterima oleh para balita tersebut, bahkan di wilayah Jakarta Utara di temukan beberapa kasus gizi buruk dan telah mendekati busung lapar.


Sudah saatnya di tahun 2006 pemerintah lebih serius dalam menangani rakyatnya, rakyat masih menaruh kepercayaan dan harapan besar kepada pemerintah yang dipilih secara langsung oleh Pemilu yang dapat dianggap sebagai pemilihan umum terbaik setelah tahun 1955.

Sudah saatnya menghilangkan sikap ‘jaga image’ dan pelaporan yang asal bapak senang, rakyat butuh makan bukan retorika politik semata. Masa-masa kampanye telah lewat saatnya membuktikan janji yang telah diutarakan dan jangan mengingkari suara rakyat.



~~Semoga Indonesia Lebih Baik!~~

Thursday, December 29, 2005

My Poem: 'I Think what love is___'

I think…
Loving is sharing
And caring
And giving
YOUR HEART IN ALL THAT YOU DO.


I think…
Loving is hoping
And coping
And spending
MY VERY LAST PENNY ON YOU.

I think…
Loving is healing
And Forgiving
And Forgetting
THE HURTS OF THE PRESENT AND PAST.


I think…
Loving is smiling
And laughing
And living
EACH DAY AS IF IT'S YOUR LAST.

Akankah Indonesia seperti ini???


saya mendapatkan email dari seorang rekan, yang isinya gambar-gambar berikut:

[Rekanz__ Indonesia sudah hampir menyerupai ini, kejadian ini diambil dari beberapa negara di Afrika -yang memang kondisi alamnya sangat keras]





Bahkan foto di bawah ini yang mendapat pulitzer atas gambar tragedi kemanusiaan di Sudan tahun 1994

lihat deh anak itu sedang meregang nyawa [sebagai catatan sebelum anak tersebut menemui ajalnya sudah ditunggui burung pemakan bangkai]

Kevin Carter, fotografer yang mengambil gambar yang sempat menghebohkan dunia waktu itu, bunuh diri dua bulan setelahmendapatkan pulitzer atas fotonya itu akibat depresi.

Lihatlah gambar ini juga,

untuk makan mereka memakan makanan kotor yang sudah menjadi remah di lantai bahkan harus pula makan kotoran binatang, untuk minum mereka harus minum dari buangan binatang.

dan juga untuk mandi, bayangkan seperti apa kalo mandi harus dengan ini,


Nah sekarang beralih ke Indonesia,

awal bulan Desember warga di kabupaten Yahukimo, Papua di beritakan mengalami kekurangan pangan dan menyebabkan kematian puluhan penduduknya, ironisnya pada waktu yang sama Mr.President menyerahkan piala ketahanan pangan kepada kabupaten Jepara. ironi terbukti ketidakmampuan pemerintah dalam memeratakan hak rakyat yang paling utama --pangan--

dan ini saya ingin memperlihatkan,


Seorang anak bernama Dede Sapta (1,5 tahun) harus rela meregang nyawa karena kekurangan gizi dan hampir mirip dengan saudara-saudaranya di Afrika.

Satu hal yang menjadi pertanyaan saya (dan saya yakin semua orang di negeri ini) Indonesia --zamrud khatulistiwa negeri yang gemah ripah lohjinawi, yang menurut cuplikan bait lagu Koes Plus, tongkat kayu dan batu dapat menjadi tanaman.

Dan sekali lagi Indonesia bukan negeri kutukan atau yang dikutuk yang tidak ada sumberdaya apa", Indonesia bahkan di anugerahi Tuhan sebagai negeri yang kaya akan sumberdaya alam--

Dede Sapta tinggal tidak jauh --tidak lebih dari 200km-- dari Ibukota Jakarta (tepatnya di Desa Mulyaharja, Bogor Selatan, Kabupaten Bogor) mengalami Marasmus --istilah keren untuk tidak mendapatkan hak seharusnya sebagai manusia yang dilahirkan, atau jika ingin di eufimisme-kan mengalami gizi buruk:( --

Yth,

Presiden SB Yudhoyono & Wapres J Kalla serta segenap jajaran menteri juga pejabat negara lainnya

akankah kau bawa negeri ini dan kami selaku warga dan rakyat yang kau pimpin seperti saudara-saudara kita di Afrika itu?? selesaikan seluruh persoalan kebangsaan dengan yang lebih baik lagi__ jangan pikirkan perpanjangan kekuasaan lima tahun kedua, apalagi yang dulu pernah JK serukan akan menyalip SBY di 2009, urus dulu rakyat saat ini, dan jangan jadikan rakyat sebagai permainan politik belaka. Ajarkan rakyat untuk berhemat dan tidak menghambur-hamburkan makanan, minuman dan segala sumberdaya yang lainnya mulai dari istana jangan hanya rakyat yang diserukan untuk mengencangkan ikat pinggang sementara, tuan dan pejabat lainnya berpesta pora, jalan" keluar negeri dengan fasilitas negara. Saya dan seluruh negeri ini berharap tidak ada lagi penghamburan dana negara secara percuma.

~~Semoga Indonesia Lebih Baik!~~

Wednesday, December 28, 2005

Yaa 4JJI, aq bermunajat kepada-MU

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya setiap waktu ia dalam kesibukan
(QS. Ar-Rahman:29)
Ketika Laut bergemuruh, ombak menggunung dan langit bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapalakan panik dan menyeru ‘Yaa 4JJI'

Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedy terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru ‘Yaa 4JJI'

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua jalan pintas membuntu, merreka pun menyeru
‘Yaa 4JJI'

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, menyerulah ‘Yaa 4JJI'

‘Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita dan wajah taman berlumuran debu hitam’
‘Kusebut nama-MU, dengan lantang saat fajar menjelang dan fajar pun
merekah seraya menebar senyuman indah’


4JJI, Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata yang sangat berharga.

4JJI, Milik-NYA semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah !!

4JJI, dari-NYA lah semua kasih saying, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan tercurah.

4JJI, Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

‘Betapapun ku lukiskan keagungan-MU dengan deretan huruf kekudusan-MU tetap meliputi semua Arwah’
‘Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna akan lebur, mencair ditengah keagungan-MU, wahai Rabb-ku’


Yaa 4JJI, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikanlah kesedihan itu awal dari kebahagiaan dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tenteram.

Yaa 4JJI, Dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkanlah bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tidak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-MU, yang menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.

Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada Cahaya-MU, bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalan-MU yang lurus.

Yaa 4JJI, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti akan dating dan memancar dengan terang, hancurkan perasaan yang jahat ini dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya syetan dengan bantuan lentera-MU.

Yaa 4JJI, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.

Kami berlindung kepada-MU, dari setiap rasa takut yang mendera, hanya kepada-MU
kami bersandar dan bertawakkal, hanya kepada-MU kami memohon, dan hanya dari-MU
lah semua pertolongan itu hadir. Cukuplah engkau sebagai pelindung kami, karena
Engkaulah sebaik-baiknya pelindung dan penolong.

Monday, December 26, 2005

My Poem: 'Can you ever love me for me?'


Can you ever love me for me?
For the me that I am true and true

Can you love me
with my imperfections?

Can you see me
as I am and not as what you want me to be?



Can you ever love me for me?
For the me that makes mistakes and speaks without thinking

Can you love me
even when I am unreasonable?

Can you see me
as I am and not for the Angel you seek?



Can you ever love me for me?
For the me that cries when a stranger child is hurt

Can you love me
when I am sad without me having a reason to be?

Can you see me
as I am not as what I once was?


Can you ever love me for me?

Sunday, December 25, 2005

Pemerintah Menganjurkan Orang Miskin sebaiknya tidak sekolah____

Ironis,

itu mungkin kata yang dapat di ungkapkan, lebih dari 60 tahun negeri ini merdeka kemampuan masyarakat untuk mengenyam pendidikan makin sempit. Dan maaf sebelumnya atas judul di atas karena memang begitu kenyataannya dari data yang coba saya paparkan di bawah ini.

Harapan tuntasnya pendidikan bagi warga negara Indonesia melalui pencanangan Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun ternyata masih jauh dari kenyataannya, melihat tingkat putus sekolah pada tahun ajaran 2004/2005 dari data yang saya dapatkan di Pusat Data dan Informasi Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional pada tingkatan SD, SMP/MTs, SMA/ MA di proyeksikan mencapai 1.122.742 anak usia sekolah, dan 685.967 anak tersebut dalam usia Sekolah Dasar, angka tersebut jelas” meningkat atas data dari yang sumber sama pada tahun ajaran 2003/2004 angka putus sekolah sebesar 702.066 anak usia sekolah.

Dari hasil penelitian yang pernah saya lakukan di lima wilayah Jakarta pada pertengahan tahun 2005 terhadap kajian pembiayaan sekolah, dapat terlihat bahwa pembiayaan dari orang tua masih memegang peranan penting dalam pembiayaan sekolah kurang lebih 55,24 sampai dengan 79,10 persen. Pemerintah dan lembaga kemasyarakatan ataupun masyarakat umum yang ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan (diluar orang tua siswa) hanya 44,76 sampai dengan 20,90 persen saja.

Desentralisasi sistem pendidikan yang berjalan seiring dengan program otonomi daerah yang membuka kesempatan daerah untuk mengembangkan pendidikannya sesuai dengan karakteristik daerahnya sendiri, ternyata tidak meratanya kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pendidikan menyebabkan banyak daerah yang semakin minimumnya menerima pendidikan.

Dana kompensasi BBM tahun 2005 yang dikeluarkan untuk sektor pendidikan sebesar Rp. 9 triliun di rasa kurang mencukupi kebutuhan siswa untuk keberlangsungan pendidikan. Bantuan Khusus Murid (BKM) bagi siswa yang masuk kategori golongan siswa miskin, yang pada tingkatan SD sebesar Rp. 25.000,- persiswa perbulan, tingkatan SMP sebesar Rp. 65.000,- persiswa perbulan, dan pada tingkatan SMA Rp. 120.000,- persiswa perbulan.

Dari angka di atas sebenarnya lebih banyak hanya untuk menutupi kebutuhan akan biaya sekolahnya saja, sedangkan banyak lagi komponen yang dibutuhkan siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan di antaranya mulai dari pakaian sekolah (yang tidak cukup hanya satu pasang seragam merah putih saja ~banyak sekolah yang juga mewajibkan penggunaan seragam lain seperti batik, olahraga, pramuka, dll.), buku dan alat tulis, buku pelajaran, hingga iuran-iuran yang sifatnya insidental (sebagai contoh pernah saya mendapatkan copy edaran dari sekolah anak rekan saya sekolah pada pertengahan tahun ajaran di adakan fieldtrip ke daerah” yang besarnya Rp.800.000,- persiswa, selain itu juga ada biaya penyelenggaraan ulang tahun sekolah, biaya pentas seni, dan pada akhir tahun biasanya siswa diwajibkan untuk ikut serta dalam kegiatan perpisahan atau dharma wisata), nah____ kesemua itu ternyata lebih besar dari yang dibayangkan pemerintah mengenai pembiayaan sekolah, bayangkan deh menurut catatan Indonesian Corruption Watch terdapat kurang lebih 39 pungutan yang dilakukan sekolah kepada siswanya.

Sejujurnya apa yang di berikan pemerintah sudah sedikit (perlu di beri garis bawah, bold, dan italic) membantu rakyat dan berbaik hati terhadap pendidikan, tapi kewajiban pemerintah terhadap warga negaranya tidaklah serta merta gugur hanya dengan usainya pemberian beasiswa. Pendidikan masih merupakan barang yang sangat mahal dan langka bagi rakyat miskin (kalau kebiasaan kita memberikan eufimisme pada setiap makna kata yang memperburuk citra pemerintah, maka kata ‘rakyat miskin’ saya ganti dengan ‘rakyat golongan ekonomi lemah’).

Banyak kasus rakyat frustasi terhadap permasalahan pendidikan yang sebenarnya sudah kewajiban negara untuk memenuhinya. Seperti contoh, Heryanto (siswa SD di Tasikmalaya) yang nekat gantung diri karena tidak dapat memenuhi kewajiban membayar uang pramuka yang hanya sebesar Rp.2.500,- karena ketidakmampuan orangtuanya, walaupun masih tertolong nyawanya namun karena telah cukup lama tergantung menyebabkan sebagian jaringan saraf pusatnya tidak berfungsi lagi. Lalu dari tegal ada siswa SMK N 2 Adiwerna kelas II Logam bernama Bunyamin tewas mengenaskan setelah gantung diri di tiang dapur rumahnya, karena tidak mampu membayar SPP sebesar Rp.40.000,- yang telah menunggak selama 9 bulan menjelang Ujian Akhir, karena takut akan dikeluarkan dari sekolah Bunyamin sempat tidak masuk selama 10 hari dan berniat akan menjual sepatu sekolahnya. Selain kedua contoh itu masih banyak contoh-contoh lainnya.

Akankah ada Heryanto dan Bunyamin lainnya di negeri tercinta Indonesia yang dahulu kala ~disaat usia republik ini (minus) 57 hari tepatnya saat piagam Jakarta ditanda tangani~ tercantum inisiasi para pendiri bangsa ini, bahwa mencerdaskan bangsa merupakan salah satu tujuan negara.

Pendidikan memang bukanlah segala-galanya, tetapi segala-galanya bermula dari pendidikan.

~~Semoga Indonesia lebih baik~~

Saturday, December 24, 2005

Selamat berbahagia Te' Tia-Ali Akbar

Untuk T' Tia & Ali Akbar
andrie hanya bisa mengucapkan;
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
Selamat atas terpenuhinya 1/2 dien
Semoga 4JJI senantiasa memberikan ridho-NYA
dan diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah berumahtangga

Thursday, December 22, 2005

Enaknya jadi polisi


Gambar disebelah ini hanya contoh aja, yang saya ambil dari
blog tetangga lihat deh dimana polisi itu berhenti saat lampu merah, kejadian di gambar itu sendiri menurut yang mengambil gambar terjadi di Magelang medio Maret 2005.

Nah pada akhir November 2005 gw dapet hadiah Ultah yang menyenangkan dari Polisi di Bogor, yaitu SURAT TILANG. Menyenangkan ga' seh sehari sebelum Ultah gw, gw di tilang cuma karena sepele ban depan motor gw melewati garis batas ga' lebih dari 10 cm karena kaget di klakson sama angkot di belakang gw, gas ketarik sedikit. Eh Polisi di persimpangan 'kalo dari arah Ciawi mo masuk kota Bogor -sorry daerahnya pokoknya yang ada bunderannya lah- ga mau tau' TILANG tetep TILANG atau (si Polisi yang ga' mau ngasih liat nama di balik jaketnya) sempet nawarin damai yah 50ribu lah. Gw seh persilahkan untuk tilang.

Kejadian yang kedua kalinya terjadi dua hari seabis Ultah gw (gw dapet kado sama polantas yang berplat BM, surat tilang yang kedua) gila dalam seminggu dua kali gara"nya seh di perempatan Menteng-Imam Bonjol setau gw seh boleh belok kiri langsung (apalagi gw ngikutin si polisi ini yang namanya Santoso) lewat lampu merah itu belok kiri, eh ga' taunya seabis gw belok dy berhenti di depan gw dan bilang gw dah ngelanggar lalu lintas karena melewati lampu merah -eh pas gw bilang gw ngikutin si Santoso ini, dy tetep bilang TILANG tetep TILANG.

Wuihhh betapa nikmatnya jadi Polisi di Indonesia, kebal hukum, tidak terjerat
peraturan" yang memberatkan setiap warga negara padahal setau gw polisi itu
masuk kategori kepala negara juga deh.


Satu lagi, kalo sore" jalan" melewati Jl. Diponegoro (baru aja gw lewat jalan ini) -taukan macetnya jam pulang kerja- betapa enaknya polisi" itu melewati trotoar jalan, padahal dari gaya"nya dy ga' sedang dalam kondisi darurat mengejar penjahat tuh atau sejenisnya -tapi enak benget bisa melewati trotoar seenaknya, apa polisi itu ga' tau peraturan kalo trotoar untuk pejalan kaki yah-

Dua lagi, kalo malam" tertentu lgi ada trek"an di jalan pramuka Jaktim, liat di deket POM bensin satu"nya di Selatan Jalan pasti ada mobil Patroli Polisi yang parkir di sana dengan Nomor bodi 41xx -ups sorry di sensor- entah ngapain yang pasti bukannya menilang pelaku trek"an (yang jelas" melanggar banyak aturan, mulai dari ga' pake helm, ga' ada lampu malam, mencelakakan pengguna lain, juga gw yakin ga' pada punya SIM) ga' di apa"in

Tiga lagi, kalo tengah malam lagi deh, jangan coba" lewat depan Kantor pos jalan Pemuda, bukan karena banyak penjahat___ tapi kalo berani lewat walaupun selengkap apa surat" dan perlengkapan kendaraan elo, yah ikhlasin deh minimal 20ribu dari kantong elo" pada, karena pasti kena tilang deh. Contohnya akhir 2004 kemaren gw ma temen gw berboncengan melewati jalan itu, di stop -awalnya gw kira hanya razia rutin eh ga' taunya tetep aja kena walaupun surat" gw lengkap. Mau tau alasannya? hehehe -jangan ketawa yah- cuma gara" temen gw pake kaos t shirt ga' pake jaket or sejenisnya. si POLISI itu beralasan kalo nanti temen gw itu masuk angin di jalan dan bisa kecelakaan karena masuk anginnya itu -rasional ga' seh???-
Mo ga' mau 20ribu keluar kalo ga' SIM ma STNK ga' dibalikin (di ganti ma surat tilang)

Mana neh reformasi di tubuh polisi???
Oke banyak prestasi polisi seh gw akuin tapi kalo kaya' sample di atas (masih inget pepatah KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA yakin tuh Reformasi Sukses, Oke OM SUTANTO gw ga' sakit hati atas tilang itu asal Polisi yang kaya' begitu di tindak juga, mentang" mereka yang punya jalan bisa seenaknya.
Buat Polisi" di atas sorry kalo elo" pada tersinggung yah____

Aspartame Zat yang berbahaya

Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang mengandung Aspartame karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang Belakang dan lupus.

Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela.


Saya akan beritahu Anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat
ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.


Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan Bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang Diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula Dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.

Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk Pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena Dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.
Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang Dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson

Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka Waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat Menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut.



Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS ! Pada kemasan tertulis : Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB]

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, Selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME , antara lain yaitu :
M-150, ; ..Hemaviton, ; Neo Hormoviton, ; Marimas, ; Hore..., Frutillo, ; Segar Sari,
POP ICE -
Es Blender, ; Segar... Dingin Madu, ; OKKY Jelly Drink,

Sari Vit. C, ; Naturade Gold, ; AQUA Splash of Fruit, ; FORTY PLUS.


Hati-hati dengan segala yang anda konsumsi

anda dapat melihat di situs" ini untuk mengetahui bahasa aspartame

http://www.321recipes.com/aspartame.html

www.spiritual-endeavors.org/health/aspartame.htm

www.mercola.com/article/aspartame/tesla_conference.htm

www.alaskawellness.com/archives/aspartamedangers.htm

Wednesday, December 21, 2005

Mudahnya mendapat SIM di Jakarta



Kejadian ini terjadi sekitar dua bulan lalu____
Setelah pengangkatan Jend. Sutanto sebagai Kapolri yang baru menggantikan Da'i Bachtiar kalo kita ke Samsat sebelum itu baru memasuki gerbang sudah banyak yang menarik" -mulai dari yang memiliki kuasa hingga tukang sapu di pinggir jalan masuk samsat berlomba membatu untuk membuatkan SIM tanpa memakan banyak waktu-.


Setelah pengangkatan itu sepi sekali, sampai" orang yang punya kuasa atas Samsat enggan untuk membuatkan -ketika saya ingin membuat, alangkah senangnya kepolisian negara berhasil bersih dari usaha" yang masuk dalam kategori korupsi dn penyalahgunaan kekuasaan,
ketika itu (1 bulan stelah Jend Sutanto diangkat) saya membuat SIM A + C, pada saat tes untuk SIM A lulus tes tulis dengan skor 21 dan SIM C saya dinyatakan tidak lulus karena skor saya hanya 16 -oke saya ingat kode jawaban dan jawaban soal. Saya coba untuk mengulang pekan depannya. Sebelum pekan depan untuk tes ulang SIM C di tawarkan oleh seorang rekan untuk SIM kolektif. Nah disini kejanggalan dimulai -yah kejanggalan untuk mempeoleh SIM dengan mudah-, dari tes saat saya individu bukan kolektif sampel sol yang saya isi jawaban maupun kode soal sama dengan sebelumnya, ketika memperoleh nilainya --hihihi nilai saya 20-- padahal jelas" kode dan jawaban sama tapi bisa nilainya berbeda.
yang kedua ketika tes praktek, banyak rekan sesama kolektif saya hanya naik di bagian dalam mobil tidak memegang stir dinyatakan lulus --padahal dy menyatakan tidak bisa menyetir mobil--

Unik ternyata waktu untuk coba" untuk bersih hanya paling lama sebulan --sesudah itu tau sendiri dong___--
Apakah ini typical orang Indonesia jika ada supervisi maka bergiat dan berbersih kerja tapi kalo supervisor memalingkan pandangan mulai lagi gaya lamanya.

Oia perlu dicatat ketika saya tes individual merogoh kocek hingga 200 ribu tanpa memperoleh SIM, tetapi ketika tes kolektif hanya dengan 250 ribu sudah mendapatkan SIM, mana reformasi polisinya pa'? Perlu di catat untuk pembelajaran ketika rekan saya yang tinggal di London ingin membuat SIM, dy bisa membutuhkan waktu 6 bulan untuk mendapatkan lisensi tersebut, yang saya akui dy lebih mahir berkendara daripada saya.


Betapa beruntungnya saya menjadi orang Indonesia hanya menambah sedikit dapat yang maksimal

Presenter siaran langsung sepakbola di SCTV 'comel'


Melihat siaran-siaran langsung sepakbola baik pertandingan maupun event-event resmi yang ditayangin SCTV sangat" mengecewakan, mengecewakan bukan pada format acaranya, tapi lebih banyak karena presenternya yang mirip ibu-ibu arisan.

Kita semua tahu bahwa siaran yang di sajikan SCTV untuk kita tuh gratisan ga' harus bayar kaya' di luar negeri, tapi masih lebih baik nonton lewat TV kabel karena selain lebih up-date analisanya para presenternya ga' seperti ibu" rumpi.

Sudah banyak contohnya loh, mudah"an ditinjau ulang para presenter di World Cup 2006, soalnya bakalan menjemukan abis. Kaya barusan neh ada siaran tunda 'World Player Gala 2005', dimana Dali Taher dan Binder ga' habis"nya ngerumpi di depan layar SCTV hal-hal yang ga' perlu, ngeganggu tau cape' dengerin mereka ngomong padahal announcer dan MC-nya lagi ngomongin hal-hal yang penting loh. Kaya program FIFA yang dibilang hanya untuk korban Tsunami, oi mas program itu kan untuk semua hal yang berbau kemanusiaan termasuk rasisme.

Ini sudah sering loh, termasuk dulu waktu FIFA World Federation Cup. Itu -bung Tyo- comel nya 'pas National Anthem' berisik banget, bukankah kita juga wajib menghormatinya.
oia 1 lagi SCTV sekarang buka pameran Paha, puser dan Dada ya??? Miss Gila Bola memang bikin gila syahwat orang", kaya'nya cuma modal tubuh seksi aja yah otaknya ga dipikirin, waktu di acara World Cup history -masa' miss gila bola salah nyebut nama pemain dan negara ga' lucu tuh. paling ga' usul aja neh kalo mo bikin tetep bikin pameran paha pakein aja baju bola sesuai dengan negara yang dy wakilin -jangan" negara yang dy wakilin merasa jijik dengan wakilnya di SCTV
Semoga manajamen lebih baik lagi memilih orang"nya untuk World Cup 2006.

oia satu hal saya yakin pemirsa SCTV ga' bodoh" banget loh, jadi ga' perlu di
Translate, apalagi translate-nya ngawur -maksudnya ga' sesuai dengan konteksnya

Saturday, December 10, 2005

My Poem: 'Arti Mencinta'

Kenapa kita menutup mata?
ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT.


Kita semua agak aneh, dan hidup sendiri juga agak aneh. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.


Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba. Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.


CINTA yang AGUNG...
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu

'Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKAN dirimu.
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI.
Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya.

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang,
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada,
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat.


TEMAN SEJATI...
Mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa'
Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar'
Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri'
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya masuk?'


MENCINTAI...
BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN.
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkanbagaimana kamu
MENGERTI.BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN.
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu2. Air mata yang keluar dapat dihapus,sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri...

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencinta seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia,
Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai,
MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia'
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada di sekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan 'seseorang'.

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu
adalah cinta yang tidak kamu sadari